yayayaya.. mungkin kalian harus memulai hidup sehat dengan mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan yang berasal dari alam..
diantara tumbuhan sehat tersebut adl..
1. Daun Sirih
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Sirih
Selembar daun sirih
Selembar daun sirih
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Magnoliidae
Ordo: Piperales
Famili: Piperaceae
Genus: Piper
Spesies: P. betle
Nama binomial
Piper betle
L.
Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain[1]. Sebagai budaya daun dan buahnya biasa dimakan dengan cara mengunyah bersama gambir, pinang dan kapur. Namun mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat malignan.
Sirih digunakan sebagai tanaman obat (fitofarmaka); sangat berperan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat rumpun Melayu.
Ciri-ciri batang, daun, dan bunga/buah
Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5 - 8 cm dan lebar 2 - 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung ± 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 - 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5 - 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan.
Daun Sirih
[sunting] Kandungan dan manfaat
Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan. Biasanya untuk obat hidung berdarah, dipakai 2 lembar daun segar Piper betle, dicuci, digulung kemudian dimasukkan ke dalam lubang hidung. Selain itu, kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap[2].
2. Kacang Kedelai
Kedelai (kadang-kadang ditambah "kacang" di depan namanya) adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Kedelai putih diperkenalkan ke Nusantara oleh pendatang dari Cina sejak maraknya perdagangan dengan Tiongkok, sementara kedelai hitam sudah dikenal lama orang penduduk setempat. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.
Keanekaragaman dan budidaya
Kedelai yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak dua spesies: Glycine max (disebut kedelai putih, yang bijinya bisa berwarna kuning, agak putih, atau hijau) dan Glycine soja (kedelai hitam, berbiji hitam). G. max merupakan tanaman asli daerah Asia subtropik seperti RRC dan Jepang selatan, sementara G. soja merupakan tanaman asli Asia tropis di Asia Tenggara. Tanaman ini telah menyebar ke Jepang, Korea, Asia Tenggara dan Indonesia.
Beberapa kultivar kedelai putih budidaya di Indonesia, di antaranya adalah 'Ringgit', 'Orba', 'Lokon', 'Darros', dan 'Wilis'. "Edamame" adalah sejenis kedelai berbiji besar berwarna hijau yang belum lama dikenal di Indonesia dan berasal dari Jepang.
Kedelai dibudidayakan di lahan sawah maupun lahan kering (ladang). Penanaman biasanya dilakukan pada akhir musim penghujan, setelah panen padi. Pengerjaan tanah biasanya minimal. Biji dimasukkan langsung pada lubang-lubang yang dibuat. Biasanya berjarak 20-30cm. Pemupukan dasar nitrogen dan fosfat diperlukan, namun setelah tanaman tumbuh penambahan nitrogen tidak memberikan keuntungan apa pun. Lahan yang belum pernah ditanami kedelai dianjurkan diberi "starter" bakteri pengikat nitrogen Bradyrhizobium japonicum untuk membantu pertumbuhan tanaman. Penugalan tanah dilakukan pada saat tanaman remaja (fase vegetatif awal), sekaligus sebagai pembersihan dari gulma dan tahap pemupukan fosfat kedua. Menjelang berbunga pemupukan kalium dianjurkan walaupun banyak petani yang mengabaikan untuk menghemat biaya.
[sunting] Pemerian
Produk olahan dari kedelai
Di Indonesia, kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhan kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Cina. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia.
Kedelai merupakan tumbuhan serbaguna. Karena akarnya memiliki bintil pengikat nitrogen bebas, kedelai merupakan tanaman dengan kadar protein tinggi sehingga tanamannya digunakan sebagai pupuk hijau dan pakan ternak.
Pemanfaatan utama kedelai adalah dari biji. Biji kedelai kaya protein dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lain, misalnya vitamin (asam fitat) dan lesitin. Olahan biji dapat dibuat menjadi
* tahu (tofu),
* bermacam-macam saus penyedap (salah satunya kecap, yang aslinya dibuat dari kedelai hitam),
* tempe
* susu kedelai (baik bagi orang yang sensitif laktosa),
* tepung kedelai,
* minyak (dari sini dapat dibuat sabun, plastik, kosmetik, resin, tinta, krayon, pelarut, dan biodiesel.
* taosi
* tauco
3. Lidah Buaya
Pokok Lidah Buaya (bahasa Inggeris: Aloe vera) ialah salah satu spesies tumbuhan dalam famili Asphodelaceae yang berasal dari Afrika Utara. Pokok ini tergolong dalam tumbuhan berbunga, pokok saka, dan tumbuhan herba, dan adalah dalam famili yang sama dengan bawang merah dan bawang putih.
Pokok ini dikatakan boleh mengubati pelbagai penyakit, termasuk kencing manis, sakit jantung dan sembelit.
Penanaman dan kegunaan
Pokok Lidah Buaya mempunyai sejarah penanaman yang panjang di seluruh kawasan tropika dan subtropika yang lebih kering di dunia, baik sebagai pokok hiasan mahupun sebagai perubatan herba.
[sunting] Bahan awet
Penyelidik-penyelidik di Universiti Miguel Hernandez di Alicante, Sepanyol, telah mengembangkan sejenis gel berasaskan Aloe vera yang memanjangkan pemuliharaan keluaran-keluaran segar, seperti buah-buahan dan kekacang segar. Gel ini hambar, tidak berwarna dan tidak berbau. Produk semula jadi ini merupakan alternatif yang selamat dan tidak menjejaskan persekitaran, berbanding dengan bahan-bahan awet tiruan seperti sulfur dioksida. Kajian menunjukkan bahawa anggur-anggur pada 1°C yang disapu dengan gel ini dapat dipeliharakan selama 35 hari, berbanding dengan hanya 7 hari untuk anggur-anggur yang tidak diolah. Menurut penyelidik-penyelidik itu, gel ini bertindak melalui satu gabungan mekanik (Serrano et al., 2006) dan membentuk satu lapisan pelindung terhadap oksigen dan kelembapan udara dan, melalui berbagai-bagai sebatian antibiotik dan antikulat, menghalang tindakan mikroorganisma-mikroorganisma yang mengakibatkan penyakit-penyakit bawaan makanan.
[sunting] Perubatan
Lidah Buaya biasa dipergunakan sebagai kegunaan luar untuk merawat berbagai-bagai keadaan kulit, seperti luka, luka terbakar, dan ekzema. Sap daripada Lidah Buaya dikatakan dapat melegakan kesakitan dan mengurangkan keradangan. Bukti-bukti saintifik mengenai kesan-kesan sap Lidah Buaya terhadap penyembuhan luka kelihatan bercanggah (Vogler dan Ernst, 1999). Satu kajian yang dijalankan pada dekad 1990-an menunjukkan bahawa penyembuhan luka terbakar yang sederhana hingga teruk telah dicepatkan sehingga enam hari apabila luka selalu disapu dengan gel Lidah Buaya, berbanding dengan luka yang hanya dibalut oleh pembalut kasa (Farrar, 2005). Sebaliknya, lagi satu kajian menunjukkan bahawa luka-luka yang disapu dengan gel Lidah Buaya mengambil lebih banyak masa untuk sembuh (Schmidt dan Greenspoon, 1991).
Banyak syarikat kosmetik memasukkan sap dan bahan-bahan terbitan Lidah Buaya yang lain ke dalam produk-produk mereka seperti alat solek, pelembap kulit, sabun, pelindung cahaya matahari, syampu, dan losen. Gel Lidah Buaya dikatakan berguna untuk keadaan-keadaan kulit yang kering, khususnya ekzema di sekeliling mata serta kulit muka yang peka. Selain itu, gel Lidah Buaya telah digunakan untuk merawat jangkitan-jangkitan kulat, seperti kurap.
Sebuah makalah yang diterbitkan oleh Jurnal Amalan Umum British menunjukkan bahawa Lidah Buaya adalah amat baik untuk merawat pesakit-pesakit yang telah lama menghidap kurap air. Bagaimanapun, pembubuhan topikal Lidah Buaya tidaklah berkesan terhadap pencegahan kecederaan berkait sinaran. Adakah Lidah Buaya dapat menyembuhkan luka masih tidak jelas, dan walaupun terdapat sesetengah hasil yang menggalakkan, keberkesanan klinikal Lidah Buaya topikal atau melalui mulut, masih tidak jelas pada masa ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar